SD Negeri 1 Kedawung, Kismantoro, Wonogiri - Mensukseskan dan Memajukan Pendidikan di Indonesia

02 Maret 2026

Mengenal Kurikulum Multiliterasi: Solusi Cerdas Menjawab Tantangan Zaman 5.0


Multiliterasi itu artinya kurikulum yang mengenalkan siswa kepada lingkungan sekitarnya, tidak hanya mengenal tapi juga mengevaluasi, dan juga peserta didik mampu menafsirkan.

Diterapkannya Kurikulum Multiliterasi tersebut dapat melahirkan karya, baik itu dituangkan dalam pementasan/demonstrasi, karya tulis, lisan, seni dan lain-lain. 


Kurikulum Multiliterasi untuk Jenjang Apa? 

Multiliterasi ini bagus untuk semua jenjang.


Tujuan Kurikulum Multiliterasi

Tujuannya tidak lain menyiapkan peserta didik lebih peka terhadap lingkungan, perubahan zaman dan menangkap setiap permasalahan yang ada.

Dengan demikian, sehingga anak didik mampu melangkah jauh baik dalam berimajinasi, berkreasi, bernalar, dan lain-lain. 


Tahapan Kurikulum Multiliterasi

Proses Multiliterasi ini dilaksanakan secara bertahap, membutuhkan waktu untuk setiap keberhasilan yang memuaskan setidaknya membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengukur tingkat keberhasilannya. 


Kurikulumnya Dimodifikasi

Kurikulum tidak diganti hanya kepada dimodifikasi, Kurikulum Merdeka artinya memerdekakan sekolah dan guru dalam merancang bangunan pendidikan sesuai dengan potensi yang ada dilingkungan sekitarnya.


Multiliterasi merupakan pendekatan secara menyeluruh berdasar pada kemerdekaan sekolah dan guru sehingga potensi anak didik dapat dikembangkan dengan baik.

Ada beberapa fase yang harus ditempuh dari mulai fase mengenal, memahami, menganalisis, berkarya.

Multiliterasi inilah yang hari ini menjadi salah satu solusi pendidikan kedepan dalam merespons tantangan zaman 5.0.

Kekurangannya selain karena waktu yang lama , harus serius dan fokus dan itu sangat melelahkan bagi yang belum terbiasa

Kedua guru wajib kompak tidak ada ruang guru tidak kompak

Ketiga kepala sekolah berperan penting sebagai menagerial waktu, ledership, dan berbagai hal lainnya, 


Kelebihannya 

  • anak lebih leluasa dalam mengeksplorasi, lebih bebas berimajinasi, berkreasi dan ruang terbuka pendidikan tidak hanya berhenti di kelas sempit. 
  • Anak anak mengolah diri mengolah emosi, mengolah spiritual secara langsung. 
  • Anak anak akan dilatih secara langsung maupun tidak langsung dalam menafsirkan objek bukan hanya satu sisi semata. Mereka akan menemukan alternatif menemukan kebenaran bukan dari teori tapi dari kerjanya.
  • Anak anak akan mengetahui kondisi berbagai segmentasi dengan cara ilmiah dan terjun kelapangan meski skalanya sederhana. Mereka akan mampu mengolahnya tidak berhenti disitu mereka akan mampu menuangkan ide gagasan imajinatif sesuai keinginan mereka.
  • Anak anak di dorong untuk mewariskan anak anak diarahkan bagaimana memimpin langsung, menagerial langsung, menganalisis langsung, dan mewariskannya kepada peserta didik.

Peran guru sebagai pendidik akan terbantu dengan beberapa peserta didik yang memiliki tingkat intelektual tinggi dalam mengaktualisasikan dan mengharmonisasikan pengetahuan terhadap peserta didik.


SUMBER :

Copying By YPNCreative: Mengenal Kurikulum Multiliterasi: Solusi Cerdas Menjawab Tantangan Zaman 5.0

05 Januari 2026