SD Negeri 1 Kedawung, Kismantoro, Wonogiri - Meraih sukses bersama kami, lejitkan potensi putra putri anda untuk meraih masa depan gemilang dan berkarakter sesuai dengan harapan seluruh orang tua terhadap anaknya.

11 Juli 2026

"Menumbuhkan Karakter Siswa: Kerja Bakti Jelang Tahun Ajaran Baru" di SD Negeri 1 Kedawung

 

Gambar Ilustrasi by. GeminiAI


Kelas yang bersih tidak tercipta dengan sendirinya. Ia lahir dari tangan-tangan kecil yang mau bergerak. Dua hari sebelum tahun ajaran baru dimulai, di saat sekolah masih libur, kami memilih memulai semuanya dari kerja bakti. Karena kami percaya, tanggung jawab besar tumbuh dari kebiasaan kecil.

Tahun ajaran baru masih hari senin lusa. Namun sejak jum'at pagi kemarin, sekolah kami sudah lebih dulu ramai. Anak-anak datang ke sekolah bukan untuk belajar di kelas, melainkan untuk kerja bakti bersama guru. 

Pagi itu di ruangan kelas sekolah kami, terdengar suara sapu menggesek lantai. Ada derit kursi yang dipindah, bangku yang ditata, diselingi obrolan receh. Canda dan tawa anak-anak  yang sudah lama tidak terdengar kini kembali hangat. Mereka menikmati kebersamaan kembali setelah tiga minggu libur semester. 

Kerja bakti membersihkan kelas setelah liburan sangat penting. Selama libur, kotoran, debu tentu menumpuk, udara pengap dan suasana terasa sesak sehingga tidak sehat untuk kegiatan belajar. 

Ruang Kelas yang nyaman itu bukan karena mewah, tetapi karena bersih dan tertata. Ketika lingkungan terjaga, pikiran anak menjadi lebih jernih. Mereka datang ke sekolah dengan semangat, bukan dengan keluhan.

Kerja bakti termasuk dalam menanamkan pendidikan karakter. Melalui kerja bakti ini anak-anak belajar memahami bahwa kelas itu milik bersama dan menjadi tanggung jawab bersama. Ada yang kebagian menyapu  mengepel, membersihkan jendela, menata bangku, menghapus papan tulis. Kegiatan sederhana ini bisa menumbuhkan sikap gotong  royong, peduli lingkungan dan hidup bersih. 

Menjaga kebersihan kelas juga termasuk menjaga nilai ajaran agama. Karena kebersihan dalam agama Islam itu sebagian dari iman. Berangkat dari keimanan ini, semoga menjadikan anak-anak lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas. 

Kini kelas kami sudah siap menyambut mereka. Dinding berwarna hijau memberi kesan sejuk. Lantai keramik putih bersih. Meja dan kursi kayu coklat tertata rapi berjajar. Cahaya masuk dari jendela.  Udara segar dan wangi menyebar diruang kelas. Suasana kelas terasa segar dan nyaman

Senin lusa anak-anak kembali belajar di sekolah. Hari pertama setelah naik kelas di tahun ajaran baru 2026/2027.

Kerja bakti jelang tahun ajaran baru, menjadi langkah awal kami sebagai tanda bahwa kami memulai tahun ajaran ini dengan hati bersih dan semangat baru. 

Semoga dari kelas yang bersih, lahir prestasi-prestasi hebat. Karena pendidikan terbaik memang dimulai dari hal kecil. Salam hebat dan tetap semangat. 


By. ACR

02 Maret 2026

Mengenal Kurikulum Multiliterasi: Solusi Cerdas Menjawab Tantangan Zaman 5.0


Multiliterasi itu artinya kurikulum yang mengenalkan siswa kepada lingkungan sekitarnya, tidak hanya mengenal tapi juga mengevaluasi, dan juga peserta didik mampu menafsirkan.

Diterapkannya Kurikulum Multiliterasi tersebut dapat melahirkan karya, baik itu dituangkan dalam pementasan/demonstrasi, karya tulis, lisan, seni dan lain-lain. 


Kurikulum Multiliterasi untuk Jenjang Apa? 

Multiliterasi ini bagus untuk semua jenjang.


Tujuan Kurikulum Multiliterasi

Tujuannya tidak lain menyiapkan peserta didik lebih peka terhadap lingkungan, perubahan zaman dan menangkap setiap permasalahan yang ada.

Dengan demikian, sehingga anak didik mampu melangkah jauh baik dalam berimajinasi, berkreasi, bernalar, dan lain-lain. 


Tahapan Kurikulum Multiliterasi

Proses Multiliterasi ini dilaksanakan secara bertahap, membutuhkan waktu untuk setiap keberhasilan yang memuaskan setidaknya membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengukur tingkat keberhasilannya. 


Kurikulumnya Dimodifikasi

Kurikulum tidak diganti hanya kepada dimodifikasi, Kurikulum Merdeka artinya memerdekakan sekolah dan guru dalam merancang bangunan pendidikan sesuai dengan potensi yang ada dilingkungan sekitarnya.


Multiliterasi merupakan pendekatan secara menyeluruh berdasar pada kemerdekaan sekolah dan guru sehingga potensi anak didik dapat dikembangkan dengan baik.

Ada beberapa fase yang harus ditempuh dari mulai fase mengenal, memahami, menganalisis, berkarya.

Multiliterasi inilah yang hari ini menjadi salah satu solusi pendidikan kedepan dalam merespons tantangan zaman 5.0.

Kekurangannya selain karena waktu yang lama , harus serius dan fokus dan itu sangat melelahkan bagi yang belum terbiasa

Kedua guru wajib kompak tidak ada ruang guru tidak kompak

Ketiga kepala sekolah berperan penting sebagai menagerial waktu, ledership, dan berbagai hal lainnya, 


Kelebihannya 

  • anak lebih leluasa dalam mengeksplorasi, lebih bebas berimajinasi, berkreasi dan ruang terbuka pendidikan tidak hanya berhenti di kelas sempit. 
  • Anak anak mengolah diri mengolah emosi, mengolah spiritual secara langsung. 
  • Anak anak akan dilatih secara langsung maupun tidak langsung dalam menafsirkan objek bukan hanya satu sisi semata. Mereka akan menemukan alternatif menemukan kebenaran bukan dari teori tapi dari kerjanya.
  • Anak anak akan mengetahui kondisi berbagai segmentasi dengan cara ilmiah dan terjun kelapangan meski skalanya sederhana. Mereka akan mampu mengolahnya tidak berhenti disitu mereka akan mampu menuangkan ide gagasan imajinatif sesuai keinginan mereka.
  • Anak anak di dorong untuk mewariskan anak anak diarahkan bagaimana memimpin langsung, menagerial langsung, menganalisis langsung, dan mewariskannya kepada peserta didik.

Peran guru sebagai pendidik akan terbantu dengan beberapa peserta didik yang memiliki tingkat intelektual tinggi dalam mengaktualisasikan dan mengharmonisasikan pengetahuan terhadap peserta didik.


SUMBER :

Copying By YPNCreative: Mengenal Kurikulum Multiliterasi: Solusi Cerdas Menjawab Tantangan Zaman 5.0

05 Januari 2026